Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kabarnya bakal melanjutkan safari politiknya ke seluruh partai politik, termasuk Demokrat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY akan terbuka dengan kunjungan Presiden Joko Widodo.
“Yang jelas yang saya tahu pasti, Presiden Indonesia ke enam Pak SBY itu sangat terbuka kalau ada semacam ini,”ucap Roy.
Roy mengklaim sangat mau supaya Jokowi bersilaturahmi dengan SBY seperti yang dia lakukan ketika mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Alasannya, sebab Roy melihat kancah politik di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh 3 tokoh yakni, Prabowo, SBY dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Saya pribadi sangat ini kalau misalnya waktu itu Pak Jokowi tidak cuma ke Pak Prabowo, tapi juga ke Pak SBY akan sangat baik. Kita udah tahu lah ibarat anchor (jangkar) politik republik ini selain Bu Mega, Pak Prabowo dan Pak SBY, juga partai politik yang lain. Tapi partai politik lain juga lihat pada umumnya kan udah jelas sikap politiknya,”tegas dia.
Meskipun demikian, eks Menpora ini menyarankan supaya lebih baik Jokowi mengurusi tugas yang lebih besar ketimbang blusukan ke partai politik. Selain itu, Roy beranggapan safari Jokowi berkaitan dengan perkara calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama lias Ahok dari dugaan penistaan agama.
“Artinya sekarang kan kita diminta untuk tidak terlalu menafsir, ya udah kalau begitu baik menyarankan. Saya sih menyarankan Presiden lebih baik mengurus sesuatu yang lebih penting untuk negara. Walaupun ini penting tapi menurut saya ini udah selesai,”tegas Roy.
Pekara Ahok, sambungnya, bakal selesai dengan sendirinya apabila hasil gelar perkara dugaan penistaan agama sesuai dengan kehendak publik.
“Udah selesai dengan nanti ikuti aja kehendak rakyat yang itu terjadi sesudah pengumuman hasil gelar perkara besok. Kalau gelar sesuai dengan kemauan rakyat ya saya udah selesai sendiri,”tutup Roy.
“Tapi kalau enggak sesuai percuma Presiden keliling ke manapun kalau gelar itu tidak sesuai dengan harapan dari masyarakat, ini kita nilai aja common sense-nya seperti apa, kalau common sense mengatakan a ya a itu. Jadi jangan nabrak dinding lah kasihan Presiden,”tambahnya.
